<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8481727704947650537</id><updated>2011-08-03T12:34:07.163-07:00</updated><title type='text'>islam</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://anugrahislam.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8481727704947650537/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrahislam.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>hulk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15292060320786936476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8481727704947650537.post-5573644209043349802</id><published>2009-11-09T21:47:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T21:49:38.836-08:00</updated><title type='text'>Mengenal motivasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__FTEiJjEmWA/Svj-7BGlubI/AAAAAAAAAHM/E0EKsuaqmoE/s1600-h/mark-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 268px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__FTEiJjEmWA/Svj-7BGlubI/AAAAAAAAAHM/E0EKsuaqmoE/s320/mark-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402348042892720562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sukses adalah keinginan tiap orang, ada satu hal penting dalam meraihnya, yaitu motivasi. Motivasi dapat membuahkan kedisiplinan, keuletan dan lain-lain. Motivasi adalah merupakan ruh dari jasad pribadi yang ingin sukses. motivasi merupakan suatu penggabungan keinginan dan energi dalam mencapai suatu tujuan. Dengan keinginan orang tau kemana akan melangkah, dengan energi orang akan dapat menggerakkan apa yang ada padanya untuk mencapai keinginan itu. Motivasi seperti udara bagi kehidupan. Sangat berperan penting bagi jiwa-jiwa yang ingin sukses.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-570"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Prinsip motivasi&lt;/strong&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;motivasi merupakan proses psikologis dengan membangkitkan emosional.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;motivasi berproses tanpa disadari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;motivasi bersifat individual sehingga cara memotivasi tiap orang bisa berbeda-beda atau juga dari waktu ke waktu mengalami perubahan. Namun inti dari motivasi itu bersumber dari diri sendiri (motivatornya maupun orang yang dimotivasi).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Motivasi adalah proses sosial, sehingga membutuhkan faktor eksternal&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sumber motivasi: &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Motivasi Internal yaitu motivasi dari dalam diri, dari perasaan dan pikiran diri sendiri. Orang yang memiliki motivasi internal, akan memandang dirinya secara positif.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Motivasi eksternal yaitu motivasi dari luar. Contohnya dari bacaan yang memotivasi, lingkungan, dari kehidupan keseharian, dan lain-lain&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Tips memotivasi secara internal:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ciptakan Imbalan. Kalau saya melakukan A maka akan mendapatkan rumah mewah. Dengan begitu diri kita akan termotivasi untuk melakukan A.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ambil selalu langkah kecil. Terkadang untuk mendapatkan sesuatu yang besar perlu langkah-langkah kecil.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Ciptakan Kesusahan. Ini adalah kebalikan dari yang pertama. misalnya kalau saya tidak melakukan B maka jabatan tidak naik. Tentu kita akan termotivasi untuk melakukan tindakan B.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Susun Rencana beserta langkah-langkahnya.  Dengan memiliki rencana, anda seolah-olah punya alur dan plot menuju tujuan. Secara tidak langsung ini akan memotivasi dalam mencapai tujuan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buat penarik ke arah tujuan. Misalkan kita ingin naik haji, cetak MMT dengan ukuran besar gambar ka’bah. Ini hanya contoh saja.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Motivasi dipengaruhi oleh mendesaknya kebutuhan, motivasi juga dipengaruhi oleh adanya anggapan tindakan akan memenuhi suatu kebutuhan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam memotivasi sangat dilarang untuk meremehkan, mengkritik di depan umum, perhatian yang setengah-setengah, malah memperhatikan diri sendiri, tidak memperdulikan hal-hal kecil. Motivasi juga bisa luntur karena adanya keraguan dalam pengambilan keputusan oleh pimpinan (jika dalam organisasi).&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8481727704947650537-5573644209043349802?l=anugrahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrahislam.blogspot.com/feeds/5573644209043349802/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anugrahislam.blogspot.com/2009/11/mengenal-motivasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8481727704947650537/posts/default/5573644209043349802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8481727704947650537/posts/default/5573644209043349802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrahislam.blogspot.com/2009/11/mengenal-motivasi.html' title='Mengenal motivasi'/><author><name>hulk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15292060320786936476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__FTEiJjEmWA/Svj-7BGlubI/AAAAAAAAAHM/E0EKsuaqmoE/s72-c/mark-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8481727704947650537.post-1553624056830950242</id><published>2009-11-09T21:41:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T21:44:43.020-08:00</updated><title type='text'>"Seni hidup, kawan"</title><content type='html'>&lt;p class="\&amp;quot;MsoNormal\&amp;quot;" align="\&amp;quot;justify\&amp;quot;"&gt; Kalau temen-temen pernah membaca detik.com pada tanggal 11 Mei 2009, Belasan kepala keluarga turun ke laut dangkal. Diangkatnya serpihan kayu kapal yang lapuk dan teronggok tak bertuan. Kemudian, kapal kayu itu dipreteli dari rangka utama, dikumpulkan dan dijemur sampai kering. &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#0000f0;"&gt;"Untuk kayu bakar,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;" kata Nano (37) di pantai Muara Baru, Pluit, Jakarta Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup lama untuk menjemur tumpukan kayu basah kapal sampai kering. Sedikitnya dua minggu untuk membuatnya siap bakar. Itupun bila matahari selalu terik. "Sabar saja. Namanya juga buat ngirit. Nggak ada duit beli gas," kilah Khotijah (26) menimpali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sejumlah warga, sejak minyak tanah ditarik paksa dari pasar, warga miskin sekitar pintu air waduk Pluit kelimpungan. Untuk membeli gas 5 kiloan yang tidak bisa eceran, anggaran belanja sehari-hari tak mencukupi. "Kalau minyak tanah kan bisa eceran Rp 3.000 atau Rp 5.000. Sekarang nggak bisa," keluh Khotijah. &lt;/p&gt; &lt;p class="\&amp;quot;MsoNormal\&amp;quot;" align="\&amp;quot;justify\&amp;quot;"&gt;   Dengan onggokan kayu lapuk itu warga terus bertahan. Mereka tinggal di rumah panggung sederhana diatas waduk dan berprofesi apa saja. Rumah itu terbuat dari dinding kayu atau seng yang sangat rentan terhadap kebakaran ataupun wabah penyakit. Padat, bau dan kumuh.&lt;span style="color:#0000f0;"&gt;&lt;strong&gt; "Yang penting kita tidak mengemis dan tidak nodong,"&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;ucap Nano berusaha tegar. &lt;/p&gt;   &lt;div align="\&amp;quot;justify\&amp;quot;"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div align="\&amp;quot;justify\&amp;quot;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p align="\&amp;quot;justify\&amp;quot;"&gt; Beda lagi dengan temen-temen saya lainnya, untuk menyiasati kehidupan, dia memakai ilmu imajinasi sederhana, namun sangat bermanfaat bagi keluarganya. Karena keuangan harus dihemat sana-sini, dan agar keluarganya tetap lahap makan, yang dilakukan adalah membeli piring yang ada gambar ikan. Harapannya adalah, ketika makan kalau ikannya satu dan kecil maka bisa terkesan secara imajinatif seakan-akan terlihat tiga atau empat, sebab dibantu dengan gambar ikan. Mungkin bahasa kerennya adalah mendapat efek plasibo. &lt;/p&gt; &lt;div align="\&amp;quot;justify\&amp;quot;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p align="\&amp;quot;justify\&amp;quot;"&gt; Sedangkan teman saya yang lain memakai ilmu pemadatan, yaitu kalau kita pada umumnya makan tiga kali sehari, maka temen saya ini, agar hemat makannya cukup dua kali yaitu pagi dan sore. Sedangkan, siangnya hanya minum air putih saja. Sebab kalau siang makan di tempat kerja biayanya menjadi mahal. Sedangkan kalau membawa bekal dari rumah, disamping sarapan pagi sudah dibagi-bagi dengan keluarganya, juga tidak memungkinkan bekal makanan dimakan di kantor. &lt;/p&gt; &lt;div align="\&amp;quot;justify\&amp;quot;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p align="\&amp;quot;justify\&amp;quot;"&gt; Ada juga yang melakukan jalan kaki ke kantor, khususnya pagi hari. Disamping sehat, juga menghemat keuangan. Tentunya temen saya ini memang kantornya kisaran 7 KM. Sambil menutupi kemiskinannya, dia selalu berangkat ke kantor seolah-olah dengan alasan berolah raga, padahal aslinya tidak punya uang untuk membayar ongkos kendaraan. Sehat dapat, keren juga dapat …….. &lt;/p&gt; &lt;div align="\&amp;quot;justify\&amp;quot;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p align="\&amp;quot;justify\&amp;quot;"&gt; &lt;strong&gt;Sahabat CyberMQ ….. &lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;div align="\&amp;quot;justify\&amp;quot;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p align="\&amp;quot;justify\&amp;quot;"&gt; Banyak cara untuk menghadapi seni hidup. Permasalahannya adalah kita siap tidak untuk selalu belajar menyiasati kehidupan agar keuangan kita yang pas-pasan ini, bisa untuk menghidupi keluarga. &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#00f000;"&gt;Memang, salah satu syarat pokoknya adalah kita berani melepas jauh-jauh yang namanya gengsi. Cara melepasnya adalah, kita harus yakin bahwa gengsi itu tidak bisa dimakan. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Berani menghadapi seni hidup produktif kawan …….. !!! Atau lebih memilih setiap detik kehidupan kita selalu merasa kekurangan yang akhirnya menyempitkan hati dan kehidupan kita !!! Bagaimana pendapat sahabat. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8481727704947650537-1553624056830950242?l=anugrahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrahislam.blogspot.com/feeds/1553624056830950242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anugrahislam.blogspot.com/2009/11/seni-hidup-kawan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8481727704947650537/posts/default/1553624056830950242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8481727704947650537/posts/default/1553624056830950242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrahislam.blogspot.com/2009/11/seni-hidup-kawan.html' title='&quot;Seni hidup, kawan&quot;'/><author><name>hulk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15292060320786936476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8481727704947650537.post-6744170014314972339</id><published>2009-11-04T18:04:00.000-08:00</published><updated>2009-11-04T18:08:15.254-08:00</updated><title type='text'>"Milyuner AS Yang Juga Pengacara Michael Jackson Masuk Islam"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__FTEiJjEmWA/SvIzeG4nRmI/AAAAAAAAAEY/nGGMB6TOvac/s1600-h/mark-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 241px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__FTEiJjEmWA/SvIzeG4nRmI/AAAAAAAAAEY/nGGMB6TOvac/s320/mark-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400435495507805794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang miliyuner Amerika, Mark Shaffer mendeklarasikan keislamannya di Saudi Arabia pada hari Sabtu 17 Oktober 2009 yang lalu. Saat itu Mark sedang berwisata ke Saudi Arabia untuk mengunjungi beberapa kota terkenal seperti Riyadh, Abha dan Jeddah selama 10 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mark adalah seorang miliyuner terkenal dan pengacara kawakan di Los Angeles Amerika Serikat khususnya terkait hukum perdata. Kasus besar terakhir yang ditanganinya ialah terkait dengan penyanyi pop terkenal Amerika Michel Jackson sepekan sebelum ia meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang guide wisata yang menemani Mark selama 10 hari di Saudi, Dhawi Ben Nashir menceritakan : Sejak menginjakkan kakinya pertama kali di Saudi Mark mulai bertanya tentang Islam dan shalat. Sesampai di Saudi, Mark menginap di kota Riyadh selama dua hari. Selama di Riyadh Mark sangat concern pada Islam. Setelah itu kami pindah ke kota Najran, terus ke Abha dan Al-Ula. Di sana terlihat sekali ketertarikannya pada Islam, Khususnya saat kami keluar berwisata ke padang pasir. Mark kaget saat meilahat tiga pemuda Saudi yang mendampingi kami di Al-Ula, karena mereka shalat di atas bentangan padang pasir yang amat luas. Sungguh sebuah pemandangan yang sangat menakjubkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dua hari di Al-Ula, kami pergi ke Al-Juf. Sesampai di Al-Juf, Mark minta dicarikan buku-buku tentang Islam. Lalu saya berikan beberapa buku tentang Islam. Semua buku tersebut dibaca habis oleh Mark. Esok paginya, dia minta saya mengajarkannya shalat. Sayapun mengajarkannya shalat dan bagaimana cara berwudhuk. Lalu dia ikut shalat di samping saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah shalat, Mark bercerita bahwa dia sekarang sangat tentram jiwanya. Sore Kamisnya, kami meninggalkan Al-Ula menuju kota Jeddah. Selama di perjalanan dia terlihat serius sekali membaca buku-buku tentag Islam. Pagi hari Jumatnya, kami mengunjungi kota tua Jeddah. Sebelum waktu sahalat Jumat masuk, kami kembali ke hotel dan saya minta izin padanya untuk shalat Jumat. Saat itu Mark berkata pada saya : Saya ingin ikut Anda shalat Jumat agar saya menyaksikannya seperti apa shalat Jumat itu. Lalu saya jawab : welcome…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamipun pergi ke sebuah masjid yang tidak jauh dari hotel tempat kami menginap di Jeddah. Karena agak terlambat, saya dan sebagian jamaah shalat di luar masjid karena jamaahnya yang mebludak. Terlihat Mark mengamati jamaah apalagi setelah selesai shalat Jumat, mereka salaing bersalam-salaman dengan wajah yang cerah dan gembira. Mark semakin kagung dengan pemandangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kami pulang ke hotel, tiba-tiba Marka menyampaikan kepada saya keinginannya untuk masuk Islam. Lalu sya katakan padanya : Silahakan Anda mandi terlebih dulu. Seteah dia mandi saya bimbing Mark mengucapkan dua kalimat syahadat kemudain dia shalata sunnah dua rakaat. Setelah itu, Mark mengungkapakan keinginannya untuk mengunjungi Masjid Haram di Makkah dan shalat di sana sebelum dia meninggalkan Saudi Arabia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat mewujudkan keinginan beliau, kami pergi ke kantor Dakwah dan Irsyad di kawasan Al-Hamro’ Jeddah untuk mengambil bukti formal keislamannya agar dapat memasuki kota Mekkah dan Masjid Haram. Lalu Mark diberi sertifikat sementara masuk Islam. Karena beberapa anggota grup yang mengikuti kunjungan Mark ke Saudi Arabia sudah harus kembali ke Amerika sore Sabtunya, Al-Hamdullah, Ustadz Muhammad Turkistani bersedia mengantarkan Mark Ke tanah haram Mekkah pagi itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait kunjungan Mark ke Masjid Haram, Ustazd Muhammad Turkistani menceritakan : setelah Mark medapatkan sertifikat Islam sementara kamipun langsung berangkat menuju Masjid Haram yang mulia. Ketiak dia menyaksikan Masjid Haram, tampak sekali wajahnya sangat cerah dan memancarkan kegembiraan yang luar biasa. Ketika kami masuk ke dalam Masjid Haram dan menyaksikan langsung Ka’bah, kegembiraannya semakin bertambah. Demi Allah saya tidak bisa mengungkapkannya dengan lisan akan pemandangan tersebut. Setelah beliu tawaf mengelilingi Ka’bah yang mulia, kami shalat sunnah dan kemudian keluar dari Masjid Haram. Saya lihat Mark sngat berat untuk berpisah dengan Masjid Haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Mark Mengumumkan keislamannya, dia sempat mengungkapkan kebahagiaanya pada Koran Al-Riyadh sambil berkata : Saya tidak sanggup mengungkapkan perasaan saya saat ini. Akan tetapi, sekarang saya baru dilahirkan kembali dan kehidupan saya baru dimulai…Lalu dia menambahkan : Saya sangat bahagia. Kebahagiaan yang saya rasakan tidak sanggup saya ungkapkan pada Anda saat saya berkunjung ke Masjid Haram dan Ka’bah yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait pertanyaan langkah ke depan setelah ia masuk Islam, Mark menjelaskan : saya akan belajar lebih banyak tentag Islam, akan mendalami agama Allah ini (Islam) dan akan kembali lagi ke Saudi Arabia untuk menunaikan ibadah Haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait faktor pendoring masuk Islam, Mark menjelaskan : Sebelumnya saya sudah memiliki informasi tentang Islam, tapi sangat sedikit. Ketika saya berkunjung ke Saudi dan menyaksikan langsung kaum Muslimin di Saudi dan saya saksikan mereka menunaikan shalat, saya merasakan sebuah dorongan yang kuat untuk mengenal lebih banyak lagi tentang Islam. Ketika saya membca informasi yang benar tentang Islam, sayapun yakin bahwa Islam adalah agama yang haq (benar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi Ahad 18 Okteber 2009, Mark meninggalkan Bandara King Abdul Aziz Jeddah menuju Amerika. Sebelum meninggalkan Jeddah, saat mengisi fomulir imigrasi, Mark mencantumkan agamanya adalah ISLAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan Mark… Semoga Allah memberkahi Anda dan menjadikan Anda seorang Muslim yang taat dan Da’i yang akan mengajak masyarakat Amerika untuk menikmati kebahagiaan Islam sebagaimana yang Anda rasakan, agar mereka, khusunya pemerintah Amerika tidak takut kepada Islam. Karena hanya Islamlah yang mampu menyelamatakan umat manusia di dunia dan di akhirat kelak...Amin… (fj)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8481727704947650537-6744170014314972339?l=anugrahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrahislam.blogspot.com/feeds/6744170014314972339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anugrahislam.blogspot.com/2009/11/milyuner-as-yang-juga-pengacara-michael.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8481727704947650537/posts/default/6744170014314972339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8481727704947650537/posts/default/6744170014314972339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrahislam.blogspot.com/2009/11/milyuner-as-yang-juga-pengacara-michael.html' title='&quot;Milyuner AS Yang Juga Pengacara Michael Jackson Masuk Islam&quot;'/><author><name>hulk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15292060320786936476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__FTEiJjEmWA/SvIzeG4nRmI/AAAAAAAAAEY/nGGMB6TOvac/s72-c/mark-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8481727704947650537.post-4795547439193208493</id><published>2009-11-03T18:40:00.000-08:00</published><updated>2009-11-03T18:45:42.049-08:00</updated><title type='text'>Tuhan Aku Cinta Pada-Mu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__FTEiJjEmWA/SvDqsh5PJII/AAAAAAAAACw/CCN3NqdpS54/s1600-h/A.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 275px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__FTEiJjEmWA/SvDqsh5PJII/AAAAAAAAACw/CCN3NqdpS54/s320/A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400074003950806146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku lemas&lt;br /&gt;Tapi berdaya&lt;br /&gt;Aku tidak sambat rasa sakit&lt;br /&gt;atau gatal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pengin makan tajin&lt;br /&gt;Aku tidak pernah sesak nafas&lt;br /&gt;Tapi tubuhku tidak memuaskan&lt;br /&gt;untuk punya posisi yang ideal dan wajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pengin membersihkan tubuhku&lt;br /&gt;dari racun kimiawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin kembali pada jalan alam&lt;br /&gt;Aku ingin meningkatkan pengabdian&lt;br /&gt;kepada Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, aku cinta padamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rendra&lt;br /&gt;31 July 2009&lt;br /&gt;Mitra Keluarga&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8481727704947650537-4795547439193208493?l=anugrahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrahislam.blogspot.com/feeds/4795547439193208493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anugrahislam.blogspot.com/2009/11/tuhan-aku-cinta-pada-mu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8481727704947650537/posts/default/4795547439193208493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8481727704947650537/posts/default/4795547439193208493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrahislam.blogspot.com/2009/11/tuhan-aku-cinta-pada-mu.html' title='Tuhan Aku Cinta Pada-Mu'/><author><name>hulk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15292060320786936476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__FTEiJjEmWA/SvDqsh5PJII/AAAAAAAAACw/CCN3NqdpS54/s72-c/A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8481727704947650537.post-4176368806771649318</id><published>2009-11-03T18:31:00.000-08:00</published><updated>2009-11-03T18:38:08.295-08:00</updated><title type='text'>Makna Muhasabah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__FTEiJjEmWA/SvDpB_7z0TI/AAAAAAAAACo/K5VG4C53lns/s1600-h/A.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__FTEiJjEmWA/SvDpB_7z0TI/AAAAAAAAACo/K5VG4C53lns/s320/A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400072173768659250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Syadad bin Aus r.a., dari Rasulullah saw., bahwa beliau berkata, ‘Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah swt. (HR. Imam Turmudzi, ia berkata, ‘Hadits ini adalah hadits hasan’)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran Umum Hadits&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits di atas menggambarkan urgensi muhasabah (evaluasi diri) dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Karena hidup di dunia merupakan rangkaian dari sebuah planing dan misi besar seorang hamba, yaitu menggapai keridhaan Rab-nya. Dan dalam menjalankan misi tersebut, seseorang tentunya harus memiliki visi (ghayah), perencanaan (ahdaf), strategi (takhtith), pelaksanaan (tatbiq) dan evaluasi (muhasabah). Hal terakhir merupakan pembahasan utama yang dijelaskan oleh Rasulullah saw. dalam hadits ini. Bahkan dengan jelas, Rasulullah mengaitkan evaluasi dengan kesuksesan, sedangkan kegagalan dengan mengikuti hawa nafsu dan banyak angan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikasi Kesuksesan dan Kegagalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits di atas dibuka Rasulullah dengan sabdanya, ‘Orang yang pandai (sukses) adalah yang mengevaluasi dirinya serta beramal untuk kehidupan setelah kematiannya.’ Ungkapan sederhana ini sungguh menggambarkan sebuah visi yang harus dimiliki seorang muslim. Sebuah visi yang membentang bahkan menembus dimensi kehidupan dunia, yaitu visi hingga kehidupan setelah kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim tidak seharusnya hanya berwawasan sempit dan terbatas, sekedar pemenuhan keinginan untuk jangka waktu sesaat. Namun lebih dari itu, seorang muslim harus memiliki visi dan planing untuk kehidupannya yang lebih kekal abadi. Karena orang sukses adalah yang mampu mengatur keinginan singkatnya demi keinginan jangka panjangnya. Orang bertakwa adalah yang ‘rela’ mengorbankan keinginan duniawinya, demi tujuan yang lebih mulia, ‘kebahagian kehidupan ukhrawi.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al-Qur’an, Allah swt. seringkali mengingatkan hamba-hamba-Nya mengenai visi besar ini, di antaranya adalah dalam QS. Al-Hasyr (59): 18–19.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhasabah atau evaluasi atas visi inilah yang digambarkan oleh Rasulullah saw. sebagai kunci pertama dari kesuksesan. Selain itu, Rasulullah saw. juga menjelaskan kunci kesuksesan yang kedua, yaitu action after evaluation. Artinya setelah evaluasi harus ada aksi perbaikan. Dan hal ini diisyaratkan oleh Rasulullah saw. dengan sabdanya dalam hadits di atas dengan ’dan beramal untuk kehidupan sesudah kematian.’ Potongan hadits yang terakhir ini diungkapkan Rasulullah saw. langsung setelah penjelasan tentang muhasabah. Karena muhasabah juga tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya tindak lanjut atau perbaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat hal menarik yang tersirat dari hadits di atas, khususnya dalam penjelasan Rasulullah saw. mengenai kesuksesan. Orang yang pandai senantiasa evaluasi terhadap amalnya, serta beramal untuk kehidupan jangka panjangnya yaitu kehidupan akhirat. Dan evaluasi tersebut dilakukan untuk kepentingan dirinya, dalam rangka peningkatan kepribadiannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kebalikannya, yaitu kegagalan. Disebut oleh Rasulullah saw, dengan ‘orang yang lemah’, memiliki dua ciri mendasar yaitu orang yang mengikuti hawa nafsunya, membiarkan hidupnya tidak memiliki visi, tidak memiliki planing, tidak ada action dari planingnya, terlebih-lebih memuhasabahi perjalanan hidupnya. Sedangkan yang kedua adalah memiliki banyak angan-angan dan khayalan, ’berangan-angan terhadap Allah.’ Maksudnya, adalah sebagaimana dikemukakan oleh Imam Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi, sebagai berikut: Dia (orang yang lemah), bersamaan dengan lemahnya ketaatannya kepada Allah dan selalu mengikuti hawa nafsunya, tidak pernah meminta ampunan kepada Allah, bahkan selalu berangan-angan bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urgensi Muhasabah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Turmudzi setelah meriwayatkan hadits di atas, juga meriwayatkan ungkapan Umar bin Khattab dan juga ungkapan Maimun bin Mihran mengenai urgensi dari muhasabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengenai muhasabah, Umar r.a. mengemukakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Hisablah (evaluasilah) diri kalian sebelum kalian dihisab, dan berhiaslah (bersiaplah) kalian untuk hari aradh akbar (yaumul hisab). Dan bahwasanya hisab itu akan menjadi ringan pada hari kiamat bagi orang yang menghisab (evaluasi) dirinya di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sahabat yang dikenal ‘kritis’ dan visioner, Umar memahami benar urgensi dari evaluasi ini. Pada kalimat terakhir pada ungkapan di atas, Umar mengatakan bahwa orang yang biasa mengevaluasi dirinya akan meringankan hisabnya di yaumul akhir kelak. Umar paham bahwa setiap insan akan dihisab, maka iapun memerintahkan agar kita menghisab diri kita sebelum mendapatkan hisab dari Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sementara Maimun bin Mihran r.a. mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Seorang hamba tidak dikatakan bertakwa hingga ia menghisab dirinya sebagaimana dihisab pengikutnya dari mana makanan dan pakaiannya’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maimun bin Mihran merupakan seorang tabiin yang cukup masyhur. Beliau wafat pada tahun 117 H. Beliaupun sangat memahami urgensi muhasabah, sehingga beliau mengaitkan muhasabah dengan ketakwaan. Seseorang tidak dikatakan bertakwa, hingga menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri. Karena beliau melihat salah satu ciri orang yang bertakwa adalah orang yang senantiasa mengevaluasi amal-amalnya. Dan orang yang bertakwa, pastilah memiliki visi, yaitu untuk mendapatkan ridha Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Urgensi lain dari muhasabah adalah karena setiap orang kelak pada hari akhir akan datang menghadap Allah swt. dengan kondisi sendiri-sendiri untuk mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya. Allah swt. menjelaskan dalam Al-Qur’an: “Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.” [QS. Maryam (19): 95, Al-Anbiya’ (21): 1].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek-Aspek Yang Perlu Dimuhasabahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat beberapa aspek yang perlu dimuhasabahi oleh setiap muslim, agar ia menjadi orang yang pandai dan sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Aspek Ibadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali yang harus dievaluasi setiap muslim adalah aspek ibadah. Karena ibadah merupakan tujuan utama diciptakannya manusia di muka bumi ini. [QS. Adz-Dzaariyaat (51): 56]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Aspek Pekerjaan &amp; Perolehan Rizki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek kedua ini sering kali dianggap remeh, atau bahkan ditinggalkan dan ditakpedulikan oleh kebanyakan kaum muslimin. Karena sebagian menganggap bahwa aspek ini adalah urusan duniawi yang tidak memberikan pengaruh pada aspek ukhrawinya. Sementara dalam sebuah hadits, Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Mas’ud ra dari Nabi Muhammad saw. bahwa beliau bersabda, ‘Tidak akan bergerak tapak kaki ibnu Adam pada hari kiamat, hingga ia ditanya tentang 5 perkara; umurnya untuk apa dihabiskannya, masa mudanya, kemana dipergunakannya, hartanya darimana ia memperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, dan ilmunya sejauh mana pengamalannya.’ (HR. Turmudzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Aspek Kehidupan Sosial Keislaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek yang tidak kalah penting untuk dievaluasi adalah aspek kehidupan sosial, dalam artian hubungan muamalah, akhlak dan adab dengan sesama manusia. Karena kenyataannya aspek ini juga sangat penting, sebagaimana yang digambarkan Rasulullah saw. dalam sebuah hadits:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw. bersabda, ‘Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?’ Sahabat menjawab, ‘Orang yang bangkrut diantara kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak memiliki perhiasan.’ Rasulullah saw. bersabda, ‘Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun ia juga datang dengan membawa (dosa) menuduh, mencela, memakan harta orang lain, memukul (mengintimidasi) orang lain. Maka orang-orang tersebut diberikan pahala kebaikan-kebaikan dirinya. Hingga manakala pahala kebaikannya telah habis, sebelum tertunaikan kewajibannya, diambillah dosa-dosa mereka dan dicampakkan pada dirinya, lalu dia pun dicampakkan ke dalam api neraka. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalaikan aspek ini, dapat menjadi orang yang muflis sebagaimana digambarkan Rasulullah saw. dalam hadits di atas. Datang ke akhirat dengan membawa pahala amal ibadah yang begitu banyak, namun bersamaan dengan itu, ia juga datang ke akhirat dengan membawa dosa yang terkait dengan interaksinya yang negatif terhadap orang lain; mencaci, mencela, menuduh, memfitnah, memakan harta tetangganya, mengintimidasi dsb. Sehingga pahala kebaikannya habis untuk menutupi keburukannya. Bahkan karena kebaikannya tidak cukup untuk menutupi keburukannya tersebut, maka dosa-dosa orang-orang yang dizaliminya tersebut dicampakkan pada dirinya. Hingga jadilah ia tidak memiliki apa-apa, selain hanya dosa dan dosa, akibat tidak memperhatikan aspek ini. Na’udzubillah min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Aspek Dakwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek ini sesungguhnya sangat luas untuk dibicarakan. Karena menyangkut dakwah dalam segala aspek; sosial, politik, ekonomi, dan juga substansi dari da’wah itu sendiri mengajak orang pada kebersihan jiwa, akhlaqul karimah, memakmurkan masjid, menyempurnakan ibadah, mengklimakskan kepasrahan abadi pada ilahi, banyak istighfar dan taubat dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi yang cukup urgens dan sangat substansial pada evaluasi aspek dakwah ini yang perlu dievaluasi adalah, sudah sejauh mana pihak lain baik dalam skala fardi maupun jama’i, merasakan manisnya dan manfaat dari dakwah yang telah sekian lama dilakukan? Jangan sampai sebuah ‘jamaah’ dakwah kehilangan pekerjaannya yang sangat substansial, yaitu dakwah itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evaluasi pada bidang dakwah ini jika dijabarkan, juga akan menjadi lebih luas. Seperti evaluasi dakwah dalam bidang tarbiyah dan kaderisasi, evaluasi dakwah dalam bidang dakwah ‘ammah, evaluasi dakwah dalam bidang siyasi, evaluasi dakwah dalam bidang iqtishadi, dsb?&lt;br /&gt;Pada intinya, dakwah harus dievaluasi, agar harakah dakwah tidak hanya menjadi simbol yang substansinya telah beralih pada sektor lain yang jauh dari nilai-nilai dakwah itu sendiri. Mudah – mudahan ayat ini menjadi bahan evaluasi bagi dakwah yang sama-sama kita lakukan: Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. [QS. Yusuf (12): 108]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8481727704947650537-4176368806771649318?l=anugrahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrahislam.blogspot.com/feeds/4176368806771649318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anugrahislam.blogspot.com/2009/11/makna-muhasabah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8481727704947650537/posts/default/4176368806771649318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8481727704947650537/posts/default/4176368806771649318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrahislam.blogspot.com/2009/11/makna-muhasabah.html' title='Makna Muhasabah'/><author><name>hulk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15292060320786936476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__FTEiJjEmWA/SvDpB_7z0TI/AAAAAAAAACo/K5VG4C53lns/s72-c/A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8481727704947650537.post-86403784774535573</id><published>2009-10-27T00:39:00.000-07:00</published><updated>2009-10-27T01:24:44.420-07:00</updated><title type='text'>Isyarat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__FTEiJjEmWA/Suatd4GUfaI/AAAAAAAAACg/hwFr99bhyJk/s1600-h/G.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 231px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__FTEiJjEmWA/Suatd4GUfaI/AAAAAAAAACg/hwFr99bhyJk/s320/G.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397191932236823970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam di sebuah rumah, seorang anak usia tiga tahun sedang menyimak sebuah suara. "Ting...ting...ting! Ting...ting...ting!" Pikiran dan matanya menerawang ke isi rumah. Tapi, tak satu pun yang pas jadi jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu suara pedagang bakso keliling, Nak!" suara sang ibu menangkap kebingungan anaknya. "Kenapa ia melakukan itu, Bu?" tanya sang anak polos. Sambil senyum, ibu itu menghampiri. "Itulah isyarat. Tukang bakso cuma ingin bilang, 'Aku ada di sekitar sini!" jawab si ibu lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jam setelah itu, anak kecil tadi lagi-lagi menyimak suara asing. Kali ini berbunyi beda. Persis seperti klakson kendaraan. "Teeet...teeet....teeet!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melongok lewat jendela. Sebuah gerobak dengan lampu petromak tampak didorong seseorang melewati jalan depan rumahnya. Lagi-lagi, anak kecil itu bingung. Apa maksud suara itu, padahal tak sesuatu pun yang menghalangi jalan. Kenapa mesti membunyikan klakson. Sember lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anakku. Itu tukang sate ayam. Suara klakson itu isyarat. Ia pun cuma ingin mengatakan, 'Aku ada di dekatmu! Hampirilah!" ungkap sang ibu lagi-lagi menangkap kebingungan anaknya. "Kok ibu tahu?" kilah si anak lebih serius. Tangan sang ibu membelai lembut rambut anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nak, bukan cuma ibu yang tahu. Semua orang dewasa pun paham itu. Simak dan pahamilah. Kelak, kamu akan tahu isyarat-isyarat itu!" ucap si ibu penuh perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara kedewasaan melakoni hidup adalah kemampuan menangkap dan memahami isyarat, tanda, simbol, dan sejenisnya. Mungkin, itulah bahasa tingkat tinggi yang dianugerahi Allah buat makhluk yang bernama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu efesien, begitu efektif. Tak perlu berteriak, tak perlu menerabas batas-batas etika; orang bisa paham maksud si pembicara. Cukup dengan berdehem 'ehm' misalnya, orang pun paham kalau di ruang yang tampak kosong itu masih ada yang tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pentas dunia ini, alam kerap menampakkan seribu satu isyarat. Gelombang laut yang tiba-tiba naik ke daratan, tanah yang bergetar kuat, cuaca yang tak lagi mau teratur, angin yang tiba-tiba mampu menerbangkan rumah, dan virus mematikan yang entah darimana sekonyong-konyong hinggap di kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah bahasa tingkat tinggi yang cuma bisa dimengerti oleh mereka yang dewasa. Itulah isyarat Tuhan: "Aku selalu di dekatmu, kemana pun kau menjauh!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simak dan pahamilah. Agar, kita tidak seperti anak kecil yang cuma bisa bingung dan gelisah dengan kentingan tukang bakso dan klakson pedagang sate ayam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8481727704947650537-86403784774535573?l=anugrahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrahislam.blogspot.com/feeds/86403784774535573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anugrahislam.blogspot.com/2009/10/isyarat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8481727704947650537/posts/default/86403784774535573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8481727704947650537/posts/default/86403784774535573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrahislam.blogspot.com/2009/10/isyarat.html' title='Isyarat'/><author><name>hulk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15292060320786936476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__FTEiJjEmWA/Suatd4GUfaI/AAAAAAAAACg/hwFr99bhyJk/s72-c/G.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8481727704947650537.post-3551133124819632527</id><published>2009-10-26T23:54:00.000-07:00</published><updated>2009-10-27T00:23:58.982-07:00</updated><title type='text'>"CELUPKAN JARIMU KE AIR LAUTAN"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__FTEiJjEmWA/SuafPl50QwI/AAAAAAAAACI/R_UFodMI5wM/s1600-h/L.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 270px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__FTEiJjEmWA/SuafPl50QwI/AAAAAAAAACI/R_UFodMI5wM/s320/L.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397176293671584514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Karya Taufiq Ismail, diambil dari Remembrance of Alloh&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bertanya seseorang pada junjungan kita&lt;br /&gt;Wahai Rasulullah tercinta&lt;br /&gt;Bandingkan dunia kini&lt;br /&gt;Dengan akhirat nanti.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menjawablah Rasulullah&lt;br /&gt;Sallallahu’Alaihi wa Sallam&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Celupkan jarimu ke air lautan&lt;br /&gt;Air yang menetes dari ujung jarimu&lt;br /&gt;Itulah dunia seisinya&lt;br /&gt;Air yang ada diselebihnya di lautan&lt;br /&gt;Air yang tersebar di tujuh samudera&lt;br /&gt;Itulah akhirat nanti&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wahai alangkah kecil arti dunia&lt;br /&gt;Wahai alangkah kerdil arti dunia&lt;br /&gt;Wahai alangkah remeh makna dunia&lt;br /&gt;Wahai alangkah wahai&lt;br /&gt;Tak berartinya dunia&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang mengejar akhirat&lt;br /&gt;Mendapat akhirat dan dunia&lt;br /&gt;Yang mengejar dunia&lt;br /&gt;Cuma mendapat dunia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8481727704947650537-3551133124819632527?l=anugrahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrahislam.blogspot.com/feeds/3551133124819632527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anugrahislam.blogspot.com/2009/10/celupkan-jarimu-ke-air-lautan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8481727704947650537/posts/default/3551133124819632527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8481727704947650537/posts/default/3551133124819632527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrahislam.blogspot.com/2009/10/celupkan-jarimu-ke-air-lautan.html' title='&quot;CELUPKAN JARIMU KE AIR LAUTAN&quot;'/><author><name>hulk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15292060320786936476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__FTEiJjEmWA/SuafPl50QwI/AAAAAAAAACI/R_UFodMI5wM/s72-c/L.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
